Review Film Terbaru 2016, Assassin’s Creed

Callum Lynch (Michale Fassbender) harus mati untuk hidup. Lynch yang hidup di zama serba modern dari sisi teknologi ini akan dibawa ke masa lalunya dengan cara mati. Dari masa lalunya sebagai seorang keturunan keluarga Assassin (pembunuh). Petualangan pada masa lalu disuguhkan secara apik oleh sutradara Justin Kurzel, yang juga pernah mensutradarai beberapa film dengan genre yang sama seperti Macbeth, (2015), Snowtown Murders (2011) dan Turning (2013). Kita akan melihat bagaimana film garapan Kurzel ini pada saat rilis pada tanggal 21 Desember 2016.

Sekilas Tentang Sinopsis Film

Setting waktu film terbaru 2016, Assassin’s Creed ini pada zaman modern dimana teknologi sudah berkembang pesat melebihi pada zaman sekarang. Sebuah teknologi revolusioner yang bisa membuka kunci memori genetik dimanfaatkan oleh sebagian orang dan mereka menyasar Callum Lynch.

 Film Terbaru 2016, Assassin's Creed

Lynch melakukan perjalanan kematian ke masa lalunya dan memasuki sebuah dunia yang disebut dengan Animus. Di sana, Lynch bisa melihat, mendegar dan merasakan segala kenangan akan para leluhurnya yang telah meninggal sejak 500 tahun silam. Suatu kelompok yang menyebutnya sebagai Spanish Iquisition menginginkan masa lalu Lynch. Singkatnya, dia juga ikut ke dalam petualangan yang dialami oleh leluhurnya.

Apa yang dia alami berikutnya adalah petualangan seru dan aksi yang mengharuskan dia terlibat ketrampilan membunuh. Pada akhirnya, melalui masa lalunya, dia mengetahui tentang Aguilar yang juga diperankan oleh Fassbender, sebagai leluhurnya dan memperoleh ketrampilan Master Assassin. Dia akhirnya sadar bahwa Lynch adalah keturunan keluarga Assassin.

Casts and Movie Making

Film terbaru 2016 ini juga dibintangi oleh Marion Cotillard yang bermain dalam The Dark Knight Rises sebagai Dr. Sophia Rikkin, orang yang berbicara kepada Lynch pada saat Lynch akan dibawa ke Animus. Perannya sebagai tokoh wanita yang digambarkan sebagai “Femme Fatale”, yaitu tokoh wanita yang digambarkan misterius dan memiliki kemampuan untuk menghipnotis dan memikat, tapi sesungguhnya mematikan.

Film adaptasi game petualangan Assassin Creed ini tampaknya akan lebih baik ketimbang Warcraft. Beberapa kritikus menilai film ini lebih halus untuk kategori film transfer dari fame ke film. Aksi-aksi yang ditampilkan dalam trailler tampaknya juga menonjolkan aksi akrobatik dan parkour.

Sejauh ini, hanya bisa menebak-nebak seperti apa film Assassin’s Creed ini. Dan kita hanya berharap, film garapan Kunzel ini layak ditonton bagi para penggemar film action. Banyak film menarik dan menegangkan yang bisa kita tonton hingga akhir 2016. Kita bisa melihat review film terbaru di sini untuk kita intip.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *